Just another WordPress.com site

Nasib Apple Sepeninggal Steve Jobs,Tweet Kematian Steve Jobs Pecahkan Rekor

foto

foto

Banyak orang bertanya bagaimana masa depan Apple Inc, setelah salah satu pendirinya, Steve Jobs, meninggal pada Kamis dini hari, 6 Oktober 2011. Surat kabar the Daily Telegraph menulis, saham perusahaan teknologi raksasa itu bakal mendapat tekanan saat dibuka di Bursa New York saat ini. Menurut Mark Gongloff dalam blognya, MarketBeat, di The Wall Street Journal, “Kematian Steve Jobs tidak banyak berpengaruh terhadap harga saham Apple karena para investor sudah berduka setelah ia mundur sebagai CEO Apple Agustus lalu.”

Meski begitu, ia mengakui betapa besar pengaruh Steve Jobs buat Apple. “Steve Jobs telah meningkatkan nilai saham Apple lebih dari seratus kali lipat. Reputasi yang dia bangun tak ternilai harganya,” kata Gingloff.
Pengamat industri Erob Erle menyebut Steve Jobs sebagai ikon Apple. “Apple tanpa Jobs seperti Disney tanpa Walt.”
Apple pernah hampir bangkrut ketika Steve Jobs meninggalkan posisinya di perusahaan itu pada 1985. Saham perusahaan itu langsung ambruk ke nilai US$ 1,98, di bawah nilai pemecahan saham yang ditetapkan.

Satu dekade kemudian, ia balik lagi dan memimpin kerja keras untuk menjadikan Apple sebagai perusahaan terbesar di dunia setelah mengambil alih saham ExxonMobil awal tahun ini.
Kerja keras itu bisa dilihat dari betapa terpuruknya nilai saham Apple saat itu. Ketika Steve Jobs memimpin lagi pada 20 Desember 1996, saham Apple menukik ke US$ 5,88. Setahun berikutnya, terjun bebas hingga hampir menyentuh US$ 3 per lembarnya. Saat penggunaan Internet mencapai puncak pada 2000, saham Apple meroket 10 kali lipat. Setelah itu turun menjadi US$ 7.

Ketika Steve Jobs keluar dari Apple, akhir Agustus lalu, saham perusahaan berlambang apel bekas gigitan itu naik ke US$ 376,18. Saat peluncuran produk baru iPhone 4S, saham Apple ditutup pada posisi US$ 378,25.
Gene Munster, seorang pengamat veteran Apple, memperkirakan kondisi perusahaan itu akan tetap membaik dalam dua tahun mendatang. “Apple akan tetap seperti itu jika bisa menciptakan hal besar setelah itu.”
Keyakinan serupa juga dilontarkan Michael Gartenberg dari Gartner. “Apple selalu menjadi sebuah perusahaan transisi,” katanya.

Tweet Kematian Steve Jobs Pecahkan Rekor,biarpun sudah meniggal tetap menciptakan rekor

Califonia – Kematian pendiri Apple Inc, Steve Jobs, memancing reaksi dari komunitas dunia maya. Jumlah kicauan di situs media sosial Twitter menciptakan rekor baru. Angkanya mencapai 10 ribu per detik, menurut SR7, perusahaan yang mengawasi media sosial.
Tweet soal kematian Steve Jobs ini mengalahkan rekor-rekor sebelumnya tahun ini. Ketika gempa dan tsunami menghantam Jepang pada 11 Maret lalu, terdapat 5.530 tweet saban detik. Disusul oleh berita tewasnya pendiri jaringan Al-Qaidah Usamah Bin Ladin oleh pasukan khusus SEAL (5 ribu), dan pernikahan Pangeran Williams (3.966).

Sebelum rekor itu dipecahkan oleh wafatnya Steve Jobs. Angka terbanyak mencapai 8.868 kicauan tiap detik. Catatan ini diperoleh ketika Beyonce Knowles (istri Jay-Z) ketika mengumumkan kehamilannya dalam acara penghargaan MTV Music. Pada partai final Piala Dunia perempuan tahun ini, tweetnya sampai pada angka 7.196 saban detik. Ini termasuk tweet dukungan dari Presiden Amerika Serikat Barrack Hussein Obama. Saat itu, Jepang mengalahkan Amerika Serikat. Tahun lalu, jumlah tweet rata-rata mencapai 600 per detik.

sumber : http://www.tempointeraktif.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s